14 February 2009

Sukses dengan pembangunan anjungan di Pantai Losari, Pemerintah Sulawesi Selatan kembali melanjutkan debutnya untuk membangun ikon baru untuk provinsiya, Center Point of Indonesia (CPI).
Di tahap awal CPI akan dibangun sebuah center park yang berfungsi sebagai area publik terbuka (openspace area) seluas 16 hektare. Di kawasan prestisius ini akan dibangun sejumlah fasilitas di antaranya plaza, diplomatic village, waterway parade, balai rakyat, monumen 1.000 pahlawan Indonesia, masjid Indonesia Rahimakumullah, tugu, perkantoran, kawasan perbelanjaan, serta lapangan golf. Kawasan yang akan menjadi ikon baru di Sulsel tersebut diproyeksikan selesai 2012 mendatang.
Untuk tahap awal pembangunan proyek yang diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp 900 Miliar ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalokasikan anggaran Rp 10 Miliar. Pembangunan tahap awal CPI yang nantinya berdiri di atas lahan seluas 157 hektare tersebut dimulai dengan analisis dampak lingkungan (amdal). Dilanjutkan dengan penimbunan dan pengerjaan akses jalan menuju kawasan mega proyek ini yang akan menghubungkan Jl Penghibur ke sekitar tanah tumbuh (lahan bekas lokasi iklan PT Telkom).
"Luas keseluruhan mencapai 157 hektare. Awal Maret ini baru satu hektare yang akan dikerjakan untuk akses jalan menuju proyek ini. Kita menyiapkan anggaran sekitar Rp 10 Miliar.
Itu sudah termasuk amdal dan penimbunan (akses jalan). Untuk penyusunan master plant-nya kan sudah," kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Premukiman (Tarkim) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Syarif Burhanuddin usai pertemuan di Balai Kota Makassar, (12/2) seperti yang dikutip oleh media yang terbit di Sulawesi Selatan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar, Kepala Dinas Prasarana Wilayah (Praswil) Sulsel Abdul Latief, Asisten II Pemkot Makassar Burhanuddin, serta instansi teknis di lingkup pemkot. Proses tender CPI yang disebut possina (pusar) Indonesia tersebut sudah dimulai sejak 2 Desember lalu.

POSSINA
Area yang terbentang di depan Pantai Losari, yang kini tak terpakai, akan menjadi kawasan megah dengan berbagai fasilitas merepresentasikan peradaban Indonesia. Inilah gagasan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Ia menyebut kawasan itu sebagai possi'na Indonesia (pusat atau pusarnya Indonesia). Syahrul yakin, kawasan itu adalah titik tengah Indonesia.
Diukur dari batas barat Indonesia di barat Sumatera jaraknya ke titik itu adalah 2.500 kilometer. Sementara dari batas timur di Papua jaraknya ke titik itu kurang lebih 2.300 kilometer.
Letak persisnya titik tengah Indonesia sebenarnya berada di perbatasan antara Laut Jawa bagian timur dan Selat Makassar. Tapi Makassar adalah daratan pertama dan daratan terdekat dari titik tengah Indonesia itu. Di dalam kawasan ini akan ada sebuah menara di bagian tengah, monumen 1.000 pahlawan di sebelah timur, dan sebuah masjid sebelah barat. Ketiga bangunan itu membentuk garis lurus edar metahari. Di sekeliling monumen itu akan dibuat 1.000 patung pahlawan nasional, mulai dari Tjut Nyak Dien, Sultan Hasanuddin, sampai Pattimura.
Sementara masjid terdiri dari dua lantai sebagai penanda titik tengah Indonesia, yang oleh perancang CPI Danny Pomanto dibahasakan sebagai ekuilibrium (titik keseimbangan), berada di bagian bawah masjid. Masjid itu dinamakan Indonesia Rahimakumullah (Indonesia disayang Allah).
Kawasan itu juga akan dilengkapi dengan lapangan golf dan berbagai fasilitas sebagai public space. Karena juga menyerupai sebuah lapangan yang lebar, Syahrul menyebutnya sebagai Karebosi Baru.CPI juga diharapkan mewakili, Sulsel, sebagai gerbang di kawasan timur Indonesia. (dari berbagai sumber)











